AboUt M3...!!!August 30, 2006 7:07 am

Sayap Yang Tak Pernah Patah

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah.
Kasih selalu sampai di sana.

Apabila ada cinta di hati yang satu,
pastilah ada cinta di hati yang lain kata Rumi, sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya,
sedangkan kita melihat fakta yang lain.
Kalau cinta berawal dan berakhir pada Tuhan, maka
cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki.
Selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat.
Kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah dan melankolik saat cinta kandas karena takdir-Nya.

Sebab di sini kita justru sedang melakukan pekerjaan jiwa yang besar dan agung,
mencintai. Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta
tertolak, yang sesungguhnya terjadi
hanyalah kesempatan memberi yang lewat.
Hanya itu.

Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang.
Selama kita memiliki cinta, memiliki sesuatu yang dapat kita berikan, maka
persoalan penolakan atau ketidaksampaian menjadi tidak relevan.
Ini hanya murni masalah waktu. Para pencinta sejati selamanya hanya
bertanya :Apakah yang akan kuberikan ? Tentang
kepada siapa sesuatu itu diberikan, itu menjadi
sekunder.

Jadi kita hanya patah atau hancur karena kita
lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah.
Seperti ini : kita mencintai seseorang, lalu kita
menggantungkan kebahagiaan hidup dengan hidup
bersamanya.

Maka ketika dia menolak untuk hidup
bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan.
Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi
karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan
kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

Sesungguhnya dalam bahasa iman tak ada istilah
cinta bertepuk sebelah tangan. Karena tangan
yang menepuk kita sebagai balasannya adalah tangan Tuhan.

NB:
Isn’t it inspirational or what ?
:)

AboUt M3...!!!August 23, 2006 12:29 pm

Apakah dual core merupakan jawaban atas harapan anda selama ini ?
Dual core yang di gembar-gemborkan oleh vendor-vendor terkemuka saat-saat ini bukanlah pamungkas komputasi saat ini. Karena beberapa tahun ke depan, Intel tengah menyiapkan perangkat eight-core, dengan nama kode Yorkfield, untuk dikirim tahun 2008. Sedangkan AMD tidak cukup spesifik menjabarkan, dan hanya mengatakan akan beringsut menuju lebih dari two core pada 2007 mendatang.

Dalam beberapa tahun mendatang, dual core seperti topi usang.

g@k JeLa$August 18, 2006 10:36 am

Hoah akhirnya UAS sudah selesai dan saya bisa bernapas dengan lega. Tapi eits tunggu dulu. sepertinya saya belum bisa bernapas kalau hasil HSK belum dibagikan.

Takut nih IP berapa yah emoticon .

Mudah-mudahan siy bagus.

Kalau abis UAS gini enaknya refreshing niy. kebetulan Kampus saya mengadakan BL fair. BL fair itu emang diadain tiap tahun. Tapi awal diadainnya siy tahun 2003 dengan mengundang DEWA. terus tahun 2004 giliran band Padi yang manggung, dan pada Tahun 2005 giliran Coklat yang diundang BL fair.

BL fair ini sengaja diadain untuk menarik minat para mahasiswa baru supaya mereka mau daftar dan menjadi mahasiswa tetap di Kampus ini.

Yah promosi besar-besaran dengan mengundang para artis ke kampus ini, agar kampus terlihat mahal dan berkelas. Sebenarnya boleh-boleh aja siy. Hanya saja, kenapa BL melupakan adanya pembangunan infrastruktur ? Padahal infrastruktur yang memadai adalah point penting untuk meningkatkan pamor UBL di mata calon mahasiswa terutama mahasiswa itu sendiri. Karena promosi yang paling jitu adalah promosi mulut ke mulut !

boleh-boleh aja siy, setiap tahun ngadain konser dengan mengundang artis ngetop. cuma .. kenapa biaya itu tidak sebanding dengan perbaikan infrastruktur yang ada?

Seperti Komputer-komputer yang ada di Laboratorium misalnya. Karena BL merupakan universitas yang terkenal dengan IT knowledgenya, seharusnya BL malu kalau masih menggunakan komputer yang jadul.

Lahan parkir yang masih semrawut, toilettoilet yang minim, bahkan sistem pendingin udara yang selalu  berisik setiap kali dinyalakan. yah setidaknya ada satu hal yang aneh, Kampus yang mengadakan BL fair dengan mengundang artis yang lumayan mahal tapi infrastrukturnya kok ‘membleh’.

Sebenarnya kritik ini sudah sampai ke pihak rektor pada tahun 2004.
Para ormas menolak untuk membuka stand di depan pintu gerbang karena perkara tersebut tidak dihiraukan oleh pihak yang bersangkutan. Bahkan sampai sekarang para mahasiswa masih menanyakan Dana Kemahasiswaan atau Dana-dana yang tertera di Kwitansi Pembayaran, Namun tak jelas kegunaannya apa.

Yah mungkin ini cuma argumen saya saja dalam menyikapi kampusku yang rada aneh dalam menarik minat mahasiswanya karena hanya memandang kepuasan dalam jangka pendek daripada pembangunan infrastruktur yang dapat memberikan kepuasan bagi mahasiswanya dalam jangka panjang. Semoga di tahun mendatang Kampusku bisa lebih menyeimbangkan antara kepuasan jangka pendek & jangka panjang. I hope so.