AboUt M3...!!!July 20, 2007 8:45 am

Jika saya bertemu dengan Pak Suratin, messenger di salah satu unit kerja di Jakarta. Saya pasti akan menjumpai wajah cerahnya. Meski keriput telah banyak mendominasi wajahnya, Ia selalu ceria dan penuh energi. Senyum dan energi ini pula yang menghantarkan dia pada posisi messenger yang sedikit sekali melakukan kesalahan. Sebagai seorang messenger, pekerjaan Pak Suratin tak banyak. Ia hanya bertugas mengantarkan surat dari unit kerjanya ke unit kerja lain di Kantor Pusat atau tempat lainnya di Jakarta.

Pagi sekali, ia telah dating memeriksa motor dinas, kendaraan rutinnya. Setelah siap, ia menuju ke ruang sekretaris untuk mengambil berkas-berkas yang ia harus kirimkan. Jam 9 tepat ia sudah mengudara di atas motornya, mengirimkan surat dari satu alamat ke alamat lainnya sesuai alamat tertuju. Jam 2 siang setelah istirahat makan siang, Ia kembali lagi ke tempat sekretaris untuk mengambil surat-surat yang ia harus kirimkan dan kembali lagi ke kantor di sore hari. Begitu seterusnya dari hari ke hari.

Pertanyaannya adalah dari mana Pak Suratin memiliki begitu besar energi untuk terus mengantarkan surat ke banyak tempat di Jakarta, dengan tetap mengulum senyum di wajahnya .. ? Tidakkah letih atau malas menghampiri saat melakukan pekerjaan rutin seperti itu. Apa lagi tubuhnya tak lagi seprima waktu ia muda.

Kuncinya sangat sederhana, kata Pak Suratin. Ia percaya bahwa pekerjaannya mengantarkan surat bukan merupakan pekerjaan sepele. Ia menambahkan, jika ia salah mengirimkan surat nasabah misalnya, itu bisa saja menyebabkan kemarahan nasabah. Jika permasalahan dapat segera diselesaikan tidak jadi masalah. Bagaimana jika nasabah yang kecewa tadi kemudian menyampaikan keluhannya di surat kabar. Bank tentu saja akan mengalami kerugian. Dengan memandang bahwa pekerjaan saya adalah pekerjaan penting, saya selalu bekerja yang terbaik di setiap pekerjaan saya, katanya.

Dalam buku Positive Business Idea, James Gwee bercerita tentang Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahun yang bekerja sebagai petugas pengecek engsel pintu di sebuah hotel. Pekerjaan Pak Lim ini bukanlah pengececekan engsel “biasa” melainkan pengecekan yang seksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka tutup tanpa masalah. Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut untuk memastikan engsel berfungsi dengan baik. Setiap hari Pak Lim memeriksa satu pintu ke pintu lain. Jika Pak Lim mulai memeriksa pintu pertama di tanggal satu, maka pada akhir bulan ia harus sudah memeriksa pintu kamar terakhir dan dilanjutkan keesokannya kembali mengecek engsel di pintu pertama. Begitu terus menerus dan berulang hingga bertahun-tahun. Tertarik dengan semangat dan ketelatenan Pak Lim menekuni pekerjaannya, James bertanya resep Pak Lim bisa sedemikian lama melakukan hal yang sama dengan semangat.

Pak Lim mengatakan bahwa pekerjaannya bukanlah sekedar memeriksa engsel, tapi lebih dari itu. Tamu-tamu di hotel ini adalah kepala keluarga, CEO sebuah perusahaan, direktur dan manjer senior. Jika Tuhan berkehendak, hotel ini mengalami kebakaran dan beberapa tamu tidak selamat karena engsel pintu yang rusak, bayangkan yang mengalami kerugian tidak hanya pihak hotel, banyak orang yang kehilangan sosok kepala keluarga yang menafkahi, atau karyawan yang kehilangan pimpinan.

Dua kisah di atas menunjukkan pentingnya memaknai pekerjaan kita, melakukan yang terbaik, merasa bangga atas apa yang kita lakukan dan yang terpenting membuat pekerjaan kita penuh arti, baik untuk perusahaan maupun untuk diri kita sendiri.

Sumber : Learning Bank Mandiri

AboUt M3...!!!June 13, 2007 11:07 am

maaf untuk sementara off dulu

bener2 off

AboUt M3...!!!May 21, 2007 11:50 am

waktu terus berjalan
terus berputar

satu pertanyaan yang terus mengiang – ngiang
“Berapa buku yang sudah anda baca sepekan ini ?”

LaguMay 17, 2007 7:46 am

Am
mama tolonglah…aku sedang bingung

E
pusing kepala ku memikirkan dia

Dm Am
aku yang selalu terus di sakiti nya

Am
dia tak tampan…juga tak rupawan

E
dia tak juga berkali berkata

Dm Am
tetapi mengapa gaya nya seperti superstar

Reff :

  • Am
    mama, mama, mama

                                      E
         tolonglah aku yang sedang bingung
    	
                                    Dm
         kurasakan virus - virus cinta
    	
                                 Am
         Ku butuh dokter cinta
    	
         Am
         papa, papa, papa
    	
                                   E
         inikah yang dinamakan cinta
    	
                                 Dm
         Betapa sakitnya kurasakan
    	
                                 Am
         ku butuh dokter cinta</li>
    

    Am
    oh mengapa ini harus terjadi

    E
    kepada aku yang mencintai mu

    Dm
    oh celaka jikalau aku

                Am
    

    sudah seperti kamu tak setia ( 2x )

    *back to reff

    Bridge :

    Am
    oh papa…tolonglah aku

    E
    laki – laki yang seperti apa lagi

    Dm Am
    yang begini saja sudah menyakitkan hati

    Am
    oh mama…tolonglah aku

    E
    perempuan mana yang tak sakit hati

    Dm Am
    bila sang kekasih tak jadi kekasih hati

    *back to reff and end

  • AboUt M3...!!!May 10, 2007 10:54 am

    Gadis itu terduduk, lalu tiba-tiba berdiri
    ,”brakk”

    Dia meninju permukaan meja itu dengan kerasnya
    ,”Pasti sakit” Batinku

    dia pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya
    Menangis.

    ,”Ada apa?” Tanyaku seraya mendekati dan berusaha untuk baik padanya

    ,”Aku ingin kepastian” lirihnya diantara isak tangisnya

    Sejenak keadaan sunyi senyap dan Aku hanya terdiam menatapnya.

    ,”kepastian akan adanya kebahagiaan, akan hadirnya cahaya, hadirnya seorang teman sejati…. Aku sudah bosan menunggu”

    Untuk sesaat aku sependapat dengannya. Kegiatan yang paling menyebalkan dalam hidup ini memang hanya satu yaitu menunggu.

    ,”Semangat, Tuhan tidak pernah tidak adil kepada hamba-Nya yang mau berusaha!” hiburku

    ,”Tapi aku sudah bosan menunggu ” nadanya mulai meninggi

    ,”Aku sudah capek kerja, aku sudah bosan dengan semuanya. Kenapa sekeras apa pun aku berusaha, aku tidak pernah mendapatkan hasil seperti yang aku harapkan. Sedangkan yang lain, hanya duduk santai tapi bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, kenapa aku tidak. Kenapa usahaku selalu dianggap sebelah mata oleh mereka. Aku ingin cepat kaya. Ingin,,,”

    Tangisnya pun mulai mereda

    Ku pegang tangannya

    ,” Pasti akan datang saat itu.. Justru Tuhan membuatmu mengalami penderitaan seperti ini, karena Dia sedang menyiapkan Saat yang paling indah untukmu. Pasti “

    Justru kegagalan itu datang ketika kamu mulai menyerah dan tidak berbuat apa-apa….